Minggu, 29 Juli 2018

Membuat Disk Image Dengan Linux

Membuat Disk Image Dengan Linux

blog.dhocnet.work - Disk image merupakan file yang banyak digunakan pada teknologi virtual karena dapat diperlakukan layaknya harddisk yang sebenarnya. Didalamnya dapat disimpan bermacam jenis partisi dan sistem operasi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.




Metode disk imaging ini banyak digunakan pada software virtual seperti Virtual Machine dan Virtual Box, serta software backup (sistem kloning) seperti Norton Ghost, Ghost For Linux.

Pada edisi ini kami akan memuat tentang cara membuat disk image menggunakan perintah dd dengan sistem operasi Linux. Berikut langkah-langkahnya.

CATATAN: Kami asumsikan jika Anda telah memiliki sistem Linux distro apapun dan saat ini sedang menggunakannya. Serta kami juga mengasumsikan jika Anda telah familiar dengan terminal dan perintah baris sederhana.

#1 - Membuat Disk Image
Buka aplikasi Terminal emulator favorit Anda. Pada tulisan ini kami menggunakan Slackware Linux ARM.

Perintah yang di gunakan adalah seperti berikut:

$ dd if=sumber of=target count=jumlah_perulangan

Sebagai contoh, kami akan membuat disk image sebesar 128MB (di beberapa sistem, hasil akhir dapat mencapai 134MB). Perintahnya adalah seperti berikut:

$ dd if=/dev/zero of=testimg.dsk bs=512K count=256

if=/dev/zero adalah parameter yang berisi nilai sumber copy. /dev/zero merupakan device yang hanya berisi nilai spasi (kosong).

of=testimg.dsk adalah parameter yang berisi nilai target atau tujuan file. Jika tidak ada, file testfs.dsk akan dibuat. Perlu diketahui jika nilai ini tidaklah harus berekstensi .dsk. Anda dapat menggunakan nama apapun dan ekstensi apapun yang tidak terdapat di folder aktif.

bs=512K adalah parameter yang berisi nilai jumlah copy per-detik (bs =  byte per second). Anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda dan spesifikasi mesin yang digunakan. Nilai yang falid adalah K untuk KB, M untuk MB, G untuk GB dan T untuk TB. Tanpa akhiran, dd meng-copy dengan nilai byte.

count=256 adalah parameter yang berisi nilai jumlah perulangan.

Jika digabung, maka perintah diatas dapat dibaca seperti berikut:

copy file /dev/zero sebanyak 512KB ke file testimg.dsk dan ulangi sebanyak 256 kali

Membuat Disk Image Dengan Linux

#2 - Menautkan Disk Image Ke Sistem
Sebelum dapat diproses lebih lanjut, disk image perlu di tautkan ke sistem terlebih dahulu agar dapat dikenali sebagai disk device seperti harddisk atau flashdisk.

Login ke akun root terlebih dahulu jika Anda masih berada pada mode user.

$ su -
Password:

Kemudian tautkan disk image dengan perintah:

# losetup --partscan /dev/block/loop321 ./testimg.dsk

Perintah diatas adalah path untuk sistem ARM yang kami gunakan. Jika Anda menggunakan PC x86 atau x86_64 Anda dapat menggunakan perintah seperti berikut:

# losetup --partscan -f ./testimg.dsk

Setelah dijalankan dan tidak menampilkan kesalahan, periksa dengan perintah berikut:

Perintah untuk sistem ARM:
# losetup -l /dev/block/loop321

Perintah untuk PC x86 dan x86_64
# losetup -l

Membuat Disk Image Dengan Linux

#3 - Menyiapkan Partisi
Untuk menyiapkan partisi, kami menggunakan perintah fdisk seperti berikut:

Perintah fdisk untuk sistem ARM
# fdisk /dev/block/loop321

Perintah fdisk untuk PC x86 dan x86_64
# fdisk /dev/loop0

x86 dan x86_64 silahkan disesuaikan dengan nilai yang di tampilkan oleh perintah losetup -l

Secara otomatis, fdisk akan memberi identifikasi DOS untuk raw disk yang di tangani. Namun jika ternyata tidak, Anda bisa memberi label secara manual dengan memasukan perintah o.

Membuat Disk Image Dengan Linux

Selanjutnya masukan perintah n untuk membuat partisi baru. Kemudian p untuk menentukan jenis partisi primari. Tekan enter dua kali lalu masukan besaran partisi yang ingin dibuat dengan format +nilai{satuan}. Sebagai contoh +50G untuk membuat partisi sebesar 50GB.

Satuan yang falid adalah K untuk KB, M untuk MB, G untuk GB, T untuk TB dan P untuk PB.

Disini kami mengalokasikan seluruh sisa ruang yang tersedia. Jadi kami mengosongkan nilai dan menekan enter sekali lagi. Untuk melihat hasilnya, tekan p lalu tekan enter.

Membuat Disk Image Dengan Linux

Secara default, fdisk membuat partisi dengan tipe 83 atau Linux. Jika Anda ingin membuat tipe file sistem lain, Anda dapat mengetikan perintah t lalu memasukan kode file sistem yang di maksud. Untuk menampilkan tipe file sistem yang di dukung, tekan l.

Membuat Disk Image Dengan Linux

Setelah Anda merasa cukup dengan perubahan yang dibuat, tekan w untuk menuliskan perubahan tersebut ke disk.

Membuat Disk Image Dengan Linux

#4 - Memformat Partisi
Selanjutnya setelah partisi berhasil dibuat adalah melakukan pemformatan agar disk dapat digunakan.

Periksa direktori /dev (x86 dan x86_64) atau /dev/block (ARM) untuk memastikan jika partisi telah terbaca oleh sistem.

Perintah untuk sistem ARM
# ld /dev/block | grep loop

Perintah untuk x86 dan x86_64
# ls /dev | grep loop

Jika partisi telah terbaca, seharusnya Anda melihat file loop0p1 pada sistem x86 dan x86_64. Sedangkan jika menggunakan sistem ARM Anda akan melihat file loop321p1.

Format partisi Anda dengan perintah berikut (kami memformat partisi ke ext4 file sistem, jika Anda membuat tipe partisi berbeda, silahkan disesuaikan):

Perintah untuk ARM
# mkfs.ext4 /dev/block/loop321p1

Perintah untuk x86 dan x86_64
# mkfs.ext4 /dev/loop0p1

Membuat Disk Image Dengan Linux

#5 - Mengakses Partisi
Kini disk image yang Anda buat telah siap untuk digunakan. Anda dapat menautkan partisi dengan perintah mount.

Perintah untuk ARM
# mount /dev/block/loop321p1 /media/hd0

Perintah untuk x86 dan x86_64
# mount /dev/loop0p1 /media/hd0

CATATAN: /media/hd0 adalah folder kosong yang sengaja disiapkan untuk kebutuhan ini.

#6 - Melepas Tautan
Untuk melepas tautan, Anda dapat menggunakan perintah berikut:

Perintah untuk sistem ARM
# umount /dev/block/loop321p1
# losetup -d /dev/block/loop321

Perintah untuk x86 dan x86_64
# umount /dev/loop0p1
# losetup -d /dev/loop0

Membuat Disk Image Dengan Linux

Kini Anda telah memiliki disk image portable yang didalamnya dapat anda install berbagai macam sistem operasi.


Artikel Terkait

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments