Cara Sederhana Konfigurasi Samba di Slackware Linux - DHOCNET Blog

HOT

DHOCNET Blog

Linux - Jaringan - Windows

Post Top Ad

Senin, 26 Desember 2016

Cara Sederhana Konfigurasi Samba di Slackware Linux


Samba adalah salah satu perkakas jaringan yang berfungsi untuk melakukan file dan printer sharing antar komputer melalui jaringan sebagai media komunikasinya. Samba menggunakan protokol SMB (Server Message Block) yang telah didukung oleh berbagai sistem operasi seperti Microsoft Windows, Mac OS, Linux, iOS dan Android.


Karena kompatibilitasnya terhadap banyak sistem operasi, maka penggunaan Samba sebagai media server file dan printer untuk personal ataupun perkantoran adalah langkah yang tepat karena Samba relatif lebih mudah pengaturanya. Dengan begitu, proses kerja dapat dilakukan dengan cepat dan efektif karena file atau data yang berada di server dapat diakses dengan mudah dengan perangkat apa saja di jaringan lokal.

Berikut ini adalah panduan singkat konfigurasi Samba server pada sistem operasi Slackware Linux.

Menentukan Direktori
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan direktori mana yang akan di sharing.

Sebagai contoh, pada PC yang digunakan kali ini memiliki dua buah harddisk yang mana harddisk pertama (sda) adalah untuk sistem operasi dan harddisk kedua (sdb) yang akan di sharing di jaringan.

Saya akan memulainya dengan memasukan harddisk kedua pada file fstab (/etc/fstab) agar otomatis ter-muat saat sistem operasi dinalankan. Untuk melakukanya, buka shell-emulator dan login sebagai root.

Saya menggunakan aplikasi editor nano, yang dijalankan dengan perintah berikut:

# nano /etc/fstab

Kemudian saya menambahkan nilai seperti berikut:

/dev/sdb1 /mnt/share ext3 defaults 0 0

/dev/sdb1 adalah lokasi dan nama harddisk kedua (sdb) dengan partisi pertama (1). /mnt/share adalah lokasi dimana nanti partisi akan dimuat atau yang biasa disebut mount point. ext3 adalah jenis file sistem yang digunakan (silahkan disesuaikan). defaults merupakan opsi standard yang digunakan saat proses mounting. Sedangkan 0 0 adalah opsi untuk pemeriksaan file sistem saat booting.

Perhatikan gambar berikut:


Tekan  CTRL  +  O  untuk menyimpan hasil modifikasi lalu CTRL + X untuk menutup editor nano.

Selanjutnya buat direktori tujuan mounting bila belum ada dengan perintah seperti berikut:

# mkdir /mnt/share

Lalu rubah hak aksesnya. Pada contoh ini saya menambah hak akses baca dan tulis untuk group users. Perhatikan perintah berikut:

# chmod g+rw /mnt/share

Konfigurasi Samba Server
Masih menggunakan shell-emulator dan login sebagai root, edit file konfigurasi samba yang berada di /etc/samba seperti berikut (saya masih menggunakan nano editor):

# nano /etc/samba/smb.conf-example

Abaikan semua opsi dan parameter kecuali beberapa dibawah ini:

workgroup = nama_workgroup
Opsi ini adalah opsi untuk menentukan nama NT-Domain-Name yang mana, tanpa nama workgroup yang sama, beberapa versi Microsoft Windows tidak dapat terhubung. Pada sistem Microsoft Windows, opsi ini ada di Control Panel → System → Advanced System Settings (System Properties) → Computer Name.


server role = standalone server
Biarkan default pada opsi ini.

host allow =
Abaikan opsi ini jika hanya ada satu jaringan.

passdb backend = tdbsam
Opsi ini digunakan untuk menyimpan informasi user. Biarkan default.

wins support = yes
Hilangkan semicolon didepan opsi ini agar Samba yang dikonfigurasi dapat ditemukan dalam jaringan oleh sistem operasi Microsoft Windows.

Kemudian cari baris komentar Share Definition lalu beri tanda semicolon (;) atau pagar (#) pada semua baris dibawahnya untuk me-non-aktif-kan-nya. Kemudian buat opsi sharing seperti berikut:


Sesuaikan nilai path berdasarkan konfigurasi direktori yang Anda lakukan sebelumnya.

Simpan dengan CTRL + O lalu hapus -example dan tekan enter. CTRL + X untuk keluar dari editor nano.


Mengaktifkan Layanan Samba
Sebelum dapat digunakan, samba harus diaktifkan terlebih dahulu. Berikut cara mengaktifkan layanan Samba pada Slackware Linux:

# chmod +x /etc/rc.d/rc.samba
# /etc/rc.d/rc.samba start

Perintah diatas dijalankan menggunakan akun root.

Menambah User Pada Samba
Untuk mengakses file yang di sharing pada Samba (lihat konfigurasi diatas, public = no), pengguna harus memiliki username dan password yang tersimpan di server. Untuk membuatnya ikuti langkah berikut.

Jalankan shell-emulator, login sebagai root lalu eksekusi perintah:

# smbpasswd -a <nama_user>

Kemudian masukan password yang diinginkan.


Direktori Sharing
Jangan lupa untuk memuat partisi yang akan di sharing.

# mount /dev/sdb1

Dan berikut adalah hasilnya.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar